Bromo Tengger. Ini masih di Indonesia.

       Lewat persiapan yang sangat matang. Juga perencanaan yang sudah memakan waktu cukup lama. Akhir Desember 2013 yang lalu, saya coba-coba mengisi waktu dengan traveling ke beberapa kota di daerah Jawa. Maklum saja, saya berdomisili di Pulau Sumatera, Palembang. Tidak mudah untuk bisa keliling Jawa tanpa persiapan yang tepat, mengetahui jarak yang ditempuh sangat jauh. Apalagi rencana perjalanan ini tidak dimudahkan dengan menggunakan pesawat, justru dengan 'ngeteng'. Coba-coba jadi backpacker dadakan. Demi mengatasi dana yang sangat minim. Hehe. Liburan kali ini cukup memakan waktu yang lama, dikarenakan kawasan kota dan kecamatan yang dikunjungi cukup banyak, seperti Kec.Probolinggo, Kota Malang, Kota Wisata Batu, Yogyakarta, Bandung, Bogor dan Bandar Lampung. Ini bukan pengalaman pertama, tapi bisa dibilang pengalaman baru yang membukakan mata perihal bagaimana seharusnya melakukan kunjungan dengan backpack yang tepat. Ternyata harus benar-benar sedia dan siap informasi dari A hingga Z-nya untuk daerah yang akan didatangi. Complicated.

     Pada tulisan kali ini, saya hanya akan memfokuskan cerita mengenai perjalanan menuju Kecamatan Probolinggo. Kawasan yang menjadi salah satu destinasi saya ini letaknya di Provinsi JawaTimur. Luar biasanya, kecamatan ini justru menyimpan  sebuah nama tempat wisata yang fenomenal, Kawasan Wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Wisata di kawasan Bromo ini berupa pemandangan bukit, wisata gunung hingga savana. Sangat menarik. Ternyata Jawa timur yang tepat ada di Pulau Jawa yang juga notabene persis ada di Indonesia ini memiliki banyak sekali sejarah. Oleh karena itu, saya coba membuat 2 (dua) tulisan untuk mengenang liburan yang terasa begitu panjang kali ini. Seandainya bisa menulis lebih dari itu pasti lebih menyenangkan. Mudah-mudahan.

     Untuk tulisan pertama ini, saya bermaksud membagi sedikit hasil gambar, menggambarkan indahnya view yang terdapat di Bromo yang saya potret secara pribadi. Juga bercerita sedikit mengenai Bromo itu sendiri yang saya kutip dari beberapa sumber blog dan wikipedia, disesuaikan dengan informasi yang juga saya dapat langsung dari warga sekitar Bromo (Suku Tengger). Sedangkan untuk sesi tulisan selanjutnya, saya berniat membagi itenerary yang sudah saya buat sebelum berangkat ke Pulau Jawa, hingga realisasinya yang sesuai. Sengaja, biar tahun selanjutnya masih ada semangat untuk keliling Indonesia. Jadi bisa nulis lagi. Amin yra.


       Menurut Wikipedia. Gunung Bromo berasal dari bahasa Sansekerta/Jawa Kuno berarti Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu, merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
Entrance Kawasan Wisata Bromo Tengger
Kaldera
Tampak Gunung Bromo bersandingkan Gunung Batok
       Warga atau suku yang banyak tinggal di sekitar Wisata Gunung Bromo disebut Suku Tengger, menempati sebagian wilayah Kabupaten Pasuruan, Lumajang, Probolinggo, dan Malang. Orang-orang suku Tengger mayoritas  beragama Hindu taat. Mereka yakin merupakan keturunan langsung dari Majapahit. Nama Tengger berasal dari sejarah Gunung Bromo yaitu dari dari Legenda Roro Anteng dan Joko Seger yang diyakini sebagai asal usul nama Tengger, yaitu “Teng” akhiran nama Roro An-”teng” dan “ger” akhiran nama dari Joko Se-”ger”. Bagi suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Upacara Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara yakni Pura Luhur Poten Bromo dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 dibulan kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa. Masih menurut wikipedia.

       Tingkat pertumbuhan penduduk suku Tengger yang berdiam di kawasan pegunungan Tengger ini dari tahun ke tahun tergolong rendah atau lambat. Mata pencaharian sebagian besar adalah petani dan bahasa daerah yang digunakan untuk komunikasi sehari-hari adalah bahasa Jawa Tengger. Beberapa Upacara adat suku Tengger adalah sebagai berikut: Hari Raya Karo, Yadnya Kasada dan Unan-Unan, upacara adat yang berhubungan dengan siklus kehidupan seseorang, seperti: kelahiran (upacara sayut, cuplak puser, tugel kuncung), menikah (upacara walagara), kematian (entas-entas dll), upacara adat yang berhubungan dengan siklus pertanian, mendirikan rumah, dan gejala alam seperti leliwet dan barikan.

      Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Jawa Timur merupakan yang paling terkenal di Indonesia maupun taraf internasional karena punya banyak obyek wisata. Setelah saya kunjungi sendiri, ternyata benar adanya. Banyak kelompok kawasannya yang sangat bagus dan menarik hati pengunjung untuk bisa di nikmati, diantaranya Wisata Gunung Bromo, Kawah Gunung Bromo, Wisata Sunrise di Puncak Penanjakan, Lautan Pasir Bromo, Savana, dan Pasir Berbisik. Sementara itu, ada lagi beberapa nama tempat yang sedikit banyak terdengar disebut-sebut oleh wisatawan lainnya seperti Pohon Cita-cita, Gunung batok dan Pura Poten. Saya akan coba gambarkan satu persatu. Keindahannya betul-betul menarik perhatian. Kebanyakan wisatawan yang datang berkeinginan untuk datang kembali. Apalagi bagi wisatawan yang datangnya bertepatan dengan puncak perayaan Upacara Kasado. Upacara sesembahan yang dilaksanakan oleh Suku Tengger. Kebanyakan wisatawan tertarik untuk mengetahui secara langsung seperti apa adat istiadat yang dilaksanakan oleh suku ini. Betul-betul memiliki histori yang mendalam.

Gunung Bromo
Gunung Bromo seperti yang diceritakan sebelumnya memiliki ketinggian lebih dari 2.300 dpl dengan status gunung yang masih aktif. November 2010 Bromo meletus. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Jawa Timur mampu menarik ribuan pengunjung tiap harinya. Apalagi pada hari-hari liburan nasional. Bukan hanya cerita, tapi nyata, gunung ini memiliki view yang indah. Untuk kunjungan pertama saya, kesannya begitu mengasah asa. Bagaimana tidak? Setelah kunjungan ke Bromo, saya rasakan betul ketertarikan akan wisata gunung saya menjadi-jadi, itu artinya Bromo memberikan godaan yang melangit. Untuk kunjungan saya ini, lokasi kedatangan kami adalah di Kecamatan Probolinggo, Desa Cemoro Lawang.
Cuaca Cemoro Lawang dingin menusuk.

Kawah termasuk wilayah berbahaya
Kawah Gunung Bromo
Kawah Bromo, salah satu tempat yang tidak boleh dilewati adalah kawah bromo. Sebelum menuju kawah ini, kita akan terlebih dahulu melewati padang pasir yang sangat luas. Dimana hanya ada pasir, pasir lagi dan hanya pasir. Untuk mencapainya, biasanya akan disediakan jeep sewaan. Setiba diparkiran jeep, kita masih harus meneruskan dengan berjalan kaki atau berkuda, guna mencapai bibir anak tangga kawah bromo. Perjuangan akan semakin terasa kala menaiki sekiranya 150 anak tangga untuk mencapai kawah bromo. Kawah Bromo ini merupakan tempat yang sedikit mistik, karena setiap tahunnya selalu diadakan upacara kasodo oleh suku tengger setempat. Kawah bromo menjadi salah satu tempat untuk melaksanakan ritual sesajen. Berhati-hati sangat dianjurkan saat mencapai puncak, karena kawah merupakan daerah berbahaya dan masih aktif. Sebaiknya gunakan kacamata dan masker untuk perlindungan dari debu pasir selama mendaki.
Tangga menuju Kawah Bromo



Puncak Pananjakan
View Sunrise
Puncak Pananjakan, tempat paling eksotis. Saya sebut demikian karena perjuangan menuju kesana terkesan paling berat. Pengunjung yang ingin berwisata sunrise, berburu matahari terbit, wajib menengok tempat ini. Oleh karena itu, perjuangan berat saya katakan karena pengunjung harus rela bangun dari pukul 02.30 wib dan segera berangkat paling lambat pukul 03.00 wib menggunakan jeep menuju kesana. Gunakan pakaian tebal dan seluruh perlengkapan yang tepat, seperti syal, kupluk, sarung tangan dan kaos kaki, cuaca Puncak akan terasa sangat dingin menusuk. Tidak sedikit yang harus turun karena  tidak tahan akan dinginnya cuaca di Puncak, berlari ke sebuah tempat tersedianya api unggun. Puncak Pananjakan juga tempat terbaik untuk melihat pemandangan gunung Bromo dengan latar belakang gunung Semeru yang terletak ratusan kilometer dari Bromo. Bila cuaca mendung atau hujan, maka wisata sunrise ini akan terkendala. Kesempatan yang langka, sunrise yang indah akan muncul tergantung cuaca yang juga baik. Waktu terbaik mengunjungi Bromo adalah bulan Juli sampai Agustus. 
Kaki Puncak Pananjakan
Berburu matahari terbit
Wisata Sunrise
Savana-Bukit Teletubies
Cuaca Bukit Teletubies terasa lebih hangat
Untuk menuju Savana yang satu ini, lagi-lagi pengunjung perlu menaiki kendaraan jeep. Sebelum mencapai tempat ini, tempat yang terlebih dahulu dilewati adalah pasir berbisik. Dimana akan terhampar lautan pasir luas. Makin jauh, maka rumput tinggi hijau cerah akan semakin banyak nampak, menyisakan sedikit lahan berpasir. Berjalan dengan jeep sekitar 20 menit, maka akan tiba kita di pusat savana ini, tampaklah view bukit teletubies yang tertutup rumput dan semak hijau menyala, tinggi dan gagah. Angin bertiup lebih kencang ditempat ini, cuaca lebih hangat dengan rumput tinggi yang terasa bersih.

Hamparan kawasan Kaldera
Pasir Berbisik
Tidak banyak perbedaan, pasir berbisik ini merupakan hamparan pasir luas. Sejauh mata memandang, hanya pasir yang nampak dimata. Menurut kisahnya, nama pasir berbisik ini melekat karena suara pasir yang bergesekan akan terdengar merdu saat angin bertiup. Pasir ini terbentuk akibat tumpahan lahar dari ledakan kawah saat gunung meletus. Lagi, kawasan ini menyimpan keindahan yang menawan.

Pohon Cita-cita
Untuk pohon cita-cita, saya hanya mendengar sedikit dari teman satu homestay, banyak yang mengunjunginya untuk membuat permintaan. Pohon ini tumbuh sebatang kara di tengah kompleks Kaldera. Kaldera merupakan sebutan untuk seluruh jalanan pasir yang ada disekitar kawasan gunung bromo.

Gunung Batok 
Gunung batok terletak di kawasan gunung bromo, dinamakan demikian karena bentuknya yang menyerupai batok. Sebelum menuju kawah bromo, maka kita terlebih dahulu akan melewati kaki gunung batok ini. Pun sebelum mencapai Pura Poten. 
Mempesonanya Gunung Batok
Pura Poten
Pura Poten adalah pura umat Tengger yang beragama Hindu yang berada di dalam kawasan kompleks Kaldera Tengger. Letaknya yang strategis diantara Gunung Batok dan Gunung Bromo, membuat pemandangan Pura Poten itu sendiri menjadi sangat indah untuk dipandang. Puncak keramaian di Pura Poten ini adalah pada Hari Raya Yadnya Kasada, yang dihadiri oleh umat Hindu Tengger dari seluruh penjuru TN.BTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) maupun umat Hindu Bali. Maka tidaklah mengherankan, jika pada Hari Raya Yadnya Kasada tersebut banyak wisatawan lokal maupun manca negara yang ikut hadir untuk menyaksikan acara adat tersebut.
Pura Poten pada kawasan Bromo
Gua Widodaren
Menurut sumber tulisan di internet yang saya rangkum, masih ada satu lagi tempat menarik yang sering dikunjungi wisatawan di kawasan Bromo ini, Gua Widodaren. Saya pribadi tidak sempat menengok langsung ke lokasi ini, untuk itu saya hanya akan menuliskan beberapa hal tentang Gua Widodaren dari sumber yang tepat. Gua Widodaren adalah salah satu tempat penting dalam ritual masyarakat Tengger. Pada bagian dalam gua terdapat tempat yang agak luas dan didalamnya terdapat batu besar (sebagai altar), untuk menempatkan sesajian atau menaruh nadar, sekaligus sebagai tempat bersemedi khususnya masyarakat Tengger untuk memohon kepada Sang Hyang Widi. Masih di sekitar gua, tepatnya di bagian samping gua terdapat sumber air yang tak pernah kering. Masih mengenai Gua Widodaren dari informasi di internet, menurut kepercayaan masyarakat Tengger, air dari sumber tersebut merupakan air suci yang mutlak diperlukan bagi peribadatan mereka, sebagai contoh adalah upacara pengambilan air suci dari Gua Widodaren (Medhak Tirta) yang dilakukan sebelum Upacara Kasada. Disamping itu air dari gua ini dipercaya masyarakat Tengger berkhasiat dapat membuat awet muda serta mendekatkan jodoh bagi yang lajang.

Berikut daftar nama Taman Nasional lain di Jawa Timur yang direkomendasikan untuk kita jelajah :
1. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
2. Taman Nasional Baluran.
3. Taman Nasional Meru Betiri (Wisata Pantai Sukamade Banyuwangi – Konservasi Penyu).
4. Taman Nasonal Alas Purwo (meliputi wisata Gunung Kawah Ijen).
5. Gunung Semeru (Puncaknya disebut Mahameru).

Resensi 9 Summers 10 Autumns

Judul : 9 Summers 10 Autumns; Dari Kota Apel ke the Big Apple
Penulis: Iwan Setyawan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 221
Jenis Cover: Soft Cover
Editor: Mirna Yulistiani
Harga: Rp.47.000,00

      Terlahir di Kota Batu (Jawa Timur) dalam keadaan ekonomi keluarga yang kurang cukup baik, tidak lantas membuat nyali seorang anak laki-laki ini ciut untuk terus mengeyam pendidikan, menuju kesuksesan. Itu merupakan gambaran utama yang disajikan dalam novel 9 Summers 10 Autumns; Dari Kota Apel ke the Big Apple, novel karya Iwan Setyawan ini, yang terinspirasi oleh kisahnya sendiri. Sangat inspiratif. Menyentuh. Menceritakan perjuangan Bayek yang menjadi pemeran utama dalam novel ini, diketahui tak pernah kenal lelah dalam menuntut ilmu. Hingga akhirnya melalui jerih payahnya tersebut, Bayek dapat terus melanjutkan sekolah. Selalu berhasil lulus dengan predikat terbaik. Memulai mengadu nasib untuk bekerja. Hingga dengan konsistensi dan integritasnya yang tak pernah melemah, Bayek dapat meniti karirnya di Kota Newyork, Kota terpadat di Amerika Serikat.

     Halaman awal buku dimulai dengan cerita munculnya seorang bocah kecil berseragam merah putih, bocah itulah yang pada akhirnya selalu menemani Bayek melawan kesepian di kota padat itu. Setelah perkenalannya dengan bocah itu, Bayek selalu teringat akan keluarganya di tanah air, ingatan itu seolah memaksanya membuka kembali kenangan masa kecilnya. Membuat kisah masa kecil Bayek yang tak pernah terlupakan, kembali menarik untuk diceritakan. Lewat ingatan itulah, sepanjang cerita yang disuguhkan, kita akan menemukan lukisan indah masa kecil Bayek yang berlayar dimulai dari Kota Batu, ke Bogor, sampai Newyork. Kemudian akhirnya kembali lagi mengabdi di Kota Batu. Kisah Bayek kecil yang merupakan anak seorang sopir angkot, yang dulu menginginkan memiliki kamar tidur sendiri. Kini tidak hanya bisa memiliki sebuah kamar tidur, tetapi juga dapat memberikan sebuah rumah yang nyaman lengkap beserta isinya bagi Ayahnda dan Ibunda tercinta.

     Tulisan ini menggunakan alur maju mundur, sederhana, tidak menyulitkan pembaca untuk mencerna setiap huruf yang begitu bermakna. Novel ini penuh dengan kesederhanaan. Catatan seorang anak dari keluarga sederhana di Kota Batu, anak yang konsisten dengan semangatnya menomorsatukan pendidikan. Ia pun beruntung tetap tumbuh lewat kehangatan keluarga yang terjaga, sehingga hidup penuh dengan keprihatinan dan begitu mengenal perjuangan yang sungguh-sungguh. Peluhnya menginspirasi orang banyak.

       Novel ini lebih banyak menceritakan kisah Bayek kecil yang dibesarkan di Kota Batu, sedangkan masa di Newyork diceritakan lebih singkat. Lebih banyak menceritakan proses hidup, bukan hanya tentang hasil yang ia peroleh. Penuh dengan cerita kehangatan keluarga, persahabatan penuh kasih, perjuangan hidup mengharukan. Kisah seorang penulis yang tetap sederhana meraih cita-cita, merindukan keluarga, meskipun pernah merasakan kilau nan megahnya Kota Newyork selama 10 tahun, melalui 9 musim semi dan 10 musim panas. Ia tetap memilih kembali, meski ada hidup yang seharusnya lebih menjanjikan.

     Intisari yang melekat, Bayek menyadarkan kita bahwa melewati masa kecil dengan penuh kesederhanaan, akan membuat kita tetap menjadi sosok yang sederhana ketika sukses menggelayuti diri. Kesederhanaan itu akan selalu hadir. Mewujudkan sebuah proses yang indah untuk disyukuri, menyajikan akhir keberhasilan yang luar biasa penuh penghargaan. Dengan do'a, kasih dan cita yang melambung tinggi.

Oleh: yb.tarra.

Bersyukur menjadi harus!

Menilai hidup itu sebetulnya relatif, tergantung setiap sudut pandang manusia yang menjalaninya yang dihadapkan terhadap aturan Tuhan.
Seandainya ada orang yang melihat hidupnya sebagai derita tiada akhir, pastilah jalan hidupnya akan sangat terasa berat.
Hidup pasti akan dijalani dengan sia-sia. Ujung-ujungnya malah terus saja berbuat dosa.
Lha wong hidup sudah dikasih nikmat masih kurang disyukuri.
Ada lagi manusia yang melihat setiap kesulitan itu sebagai ujian langsung dari Tuhan untuk menjadikan orang yang sabar.
Tentu manusia seperti ini yang tingkat level hidupnya akan terus bertambah.
Jadi manusia yang pandai bersyukur.

Sebetulnya, cukup lihat saja betapa beragamnya manusia yang kita dapat temui di dunia.
Cukup jalan di mall, maka orang-orang yang akan kau temui adalah masyarakat metropolis dengan tampilan yang aduhai modernnya.
Sementara kalau berjalan di kampung atau pinggiran kota, maka tipikal muda mudi yang setiap pagi berangkat kekebun atau gadis-gadis desa dengan rok panjang terjuntai dengan ikat rambut
sederhana yang akan sering kita temui.
Bukan tidak mungkin suatu kota itu justru isinya orang-orang dari pinggiran kota juga.
Banyak orang sudah memilih jadi penghuni kota untuk menguji peruntungan rejeki di kota besar.
Selain itu, banyak orang pintar dan berdedikasi di kota kala ini malah putra-putri yang dibesarkan dari daerah juga.
Itu baru gambaran umumnya.

Nah, coba berjalan dikeramaian, banyak sekali jenis manusianya bukan?
Ada yang besar, kecil, tinggi, pendek, gendut, kurus, hitam, putih, dsb.
Itu masih normal untuk dilihat.
Bersyukurlah.

Pernah berjalan di kampung kumuh atau di bawah kolong flyover?
Pemandangannya pasti lebih detail. Malah terkadang miris.
Banyak bapak-bapak yang kulitnya hitam tak terawat hanya karena kelewat keras dalam bekerja, bukan pekerjaan yang nyaman pastinya.
Ada ibu-ibu rumah tangga yang diam di rumah, tapi tetap tidak sempat merawat diri, bukan karena tak punya waktu, tapi justru karena tak punya cukup uang untuk membeli sampo saja.
Sementara anak-anak meraka perutnya buncit karena gizi yang ada didalam tubuhnya sangat buruk.
Mereka sehat, mereka tetap makan meskipun sederhana dan mereka terkadang tertawa.
Itu pun masih harus disyukuri.

Bagaimana kalau berjalan-jalan di sekolah berkebutuhan khusus?
Pernah?
Iya, betul. Kalian pasti akan menemui anak-anak berkebutuhan khusus yang hidupnya serba harus diurus oleh orang tua mereka.
Mereka hidup dengan bantuan orang lain, tidak cukup mampu untuk mandiri, sulit berpikir normal atau bertindak seperti orang normal.
Tetapi tidak ada yang perlu dirisaukan, terkadang mereka masih punya keluarga yang baik dan menyayangi mereka dengan hati yang tinggi.
Mereka dan keluarganya orang-orang terpilih yang diuji oleh Tuhan dengan kasih. Mereka pun bersyukur.

Kalau berjalan dipasar tradisional bagaimana?
Pernah kalian melihat pengemis yang duduk meminta-minta dengan kaki yang tidak lengkap atau dengan kata lain (maaf) cacat?
Atau peminta-minta yang buta matanya?
Pernah kah kalian berpikir, mereka pun selayaknya harus bersyukur, ada nafas yang masih diberikan Tuhan untuk mereka agar dapat terus digunakan sembari berpikir bagaimana dapat mengumpulkan kebaikan di dunia?
Tentu, karena ada surga yang manis yang sudah disiapkan Tuhan.
Lalu, pandang diri kalian sekarang juga. Apakah ada yang kurang dalam diri kalian yang tidak diberikan oleh Tuhan?
Maka Nikmat Tuhan mana yang dapat kau dustakan?

Ketika diuji, ada saatnya memang kita akan bersedih. Namun, ada pula saatnya kita harus berpikir bahwa masih banyak orang yang lebih kesulitan dari diri kita.
Hukum di dunia pun berlaku, selama kita jadi orang yang baik, maka akan banyak perlakuan baik pula yang kita peroleh.
Berbuat kurang baik di dunia hanya akan membuat orang lain merasa dizhalimi dan mengucapkan doa yang buruk untuk kita.
Berdoa, bersyukur dan bersabar mungkin akan jadi kuncinya.
Tulisan seperti ini mungkin akan jadi pengingat tersendiri untuk saya pribadi.
Iseng-iseng sembari bersyukur masih bernafas, berpikir, dan mendapat nikmat luar biasa oleh Tuhan.
Alhamdulillah.

Semoga barakah selalu tercurah bagi orang-orang terkasih, Amin yra.

Rumus Doa

Kepadamu yang Maha Besar, Maha Suci dan Maha Mendengar doa kami, Ya Allah aku menengadahkan tangan untuk memohon dan meminta dengan kerendahan diri sebagai hambaMu yang tiada daya.
 Hanya Engkau yang maha Pengasih lagi Maha Pemberi Nikmat.
Ya Tuhan kami mohon kepadaMu ampunan atas segala dosa dan khilaf yang telah kami perbuat. Hamba memohon ampunan pula bagi semua orang yang hamba kasihi, orang tua, saudara, dan sebagainya.
Jauhkan kami semua dari marabahaya dan malapetaka. Lindungilah kami selalu dalam berkah keselamatan.
Ya Allah kepadaMu hamba memohon iman, cahaya, petunjuk, ridho, rahmat dan barakah bagi kami Ya Allah yang tanpa henti untuk selalu dekat denganMu.
Jadikan sabar dan syukur selalu berada dihati kami.
Curahkan ilmu, rejeki yang melimpah dan kesehatan yang terbaik pada kami lewat keinginan belajar, usaha dan perjuangan yang tanpa lelah dan tak terhenti.
Buanglah kebodohan, sifat lupa, malas dan segala buruknya sifat duniawi dari diri kami.
Berikan kemaslahatan bagi kami di dunia dan akhirat.
Ya Wahab jadikan kebaikan di akhir umurku dan sebaik-baiknya masa ketika aku bertemu denganMu.
Kami memohon padamu akan pengetahuan yang baik, perbuatan yang baik, pahala yang baik, kemenangan dalam amal yang baik, kehidupan hingga kematian yang baik.
Kuatkan iman kami, angkat derajat kami, terima amalan dan shalat kami.
Kami memohon tempat yang mulia di syurga.
Ya Rabb berikanlah kekuatan, kemudahan, kelancaran dan nilai baik yang dapat diambil dalam setiap pekerjaan ataupun urusan kami.
Jagalah rasa takut kami kepadaMu.
Jaga penglihatan, pendengaran, mulut dan raga kami dari berbuat yang tidak benar agar kami tetap dicintai olehMu, serta lindungi kami dari orang-orang yang memusuhi kami agar kami lebih bersahaja.
Tanamkanlah Ya Illahi dihati kami bahwasanya dunia bukanlah tujuan, biarkan kami memahaminya namun tetap menjadikan akhirat singasana akhirnya.
Ya Gaffar, jagalah selalu orangtua kami, sayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi kami diwaktu kecil. Beri kasih yang melimpah bagi mereka, ampuni segala kesalahannya, beri hidup terbaik, usia terbaik, kesehatan, kebahagiaan hingga perasaan cinta yang selalu tertanam. Pertemukanlah kami kembali di syurgaMu.
Berikan kehidupan terbaik bagi saudara kandung (adik-adik) hamba ya Allah, sampaikan mereka pada semua harapan dan cita-citanya. Jauhkan dari keburukan, selalu lindungi dimanapun mereka berpijak, beri jodoh terbaik baginya.
Tuhan kami, berikanlah kepada kami lingkungan, keluarga, sanak saudara, handai taulan, sahabat, teman hingga rekan yang baik, agar mampu memberikan kami contoh hidup yang paling baik.
Berikan dan pertemukan kami dengan jodoh yang terbaik pada waktu yang baik pula, pada mereka yang dapat menjadikan dan membawa kami lebih dekat dengan berakahMu.
Ya Azis, berikan kami kebaikan di dunia dan akhirat.
“Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanatan wa fil aakhirati hasanaatan wa qinaa ‘azaaban naari” 
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka. (Q.S. al-Baqarah [2]: 201)”
Shalawat, salam serta doa kami atas Rasulullah SAW dan para sahabat, merekalah tauladan terbaik kami sepanjang usia.
Ampuni semua kesalahan kami, ampunilah, ampuni Ya Razaq...
Kabulkanlah doa dan harapan kami, syukur kami panjatkan padamu ya Illahi Rabbi, Amin ya Rabbal Alamin...
Syukur kami, sungguh berkah tak terhingga menjadi muslim.

Ceritanya di 15 Ramadhan 2013


      Udah lama sekali rasanya ga nulis. Setelah tahun 2012 absen, semalam baru keinginan menulisnya muncul lagi. Tepatnya waktu mendadak dapat semangat dari Ustad yang lagi ceramah di mimbar masjid dalam pelaksanaan sholat taraweh. Alhamdulillah. Gimana ga alhamdulillah, setelah lamanya jatuh dalam lubang kebimbangan. Sekalinya ingin bermuhasabah, langsung dikasih deh jalan oleh Allah untuk denganNya lagi, lagi dan lagi. Yaedeeeeh...Hehe. Sebelum mulai, pemberitahuan untuk kali ini tulisannya menggunakan bahasa yang cukup santai aja kali ya.

      Alhamdulillah banget, ini sudah malam dimana ramadhan sudah berjalan setengahnya di tahun 2013. Ramadhan tahun ini tepat dimulai beberapa hari setelah tanggal kelahiranku berulang untuk yang ke-24 kali. Ya bersyukur Tuhan berikan nikmat bernafas lagi tahun ini. Nikmat yang berkali-kali tak pernah berhenti. Sesungguhnya nikmat mana lagi yang mampu kami dustakan Ya Gaffar...

       Memang pas banget, Tuhan itu selalu menjaga iman ciptaannya yang satu ini (baca: saya) ga pernah jauh, mudah-mudahan ya. Hehe. Soalnya pasti ada saja masa dimana Tuhan bakal panggil saya lagi untuk mengingatNya kalau sudah mulai jauh, menjauh dan makin jauh. Meskipun itu lewat kesedihan, ya ga apa-apa lah. Mungkin memang dengan bersedih saya bisa sedikit lega bisa serius bermesraan denganNya. Amin. Dan semoga kesedihan itu masih berupa cobaan yang diberikan atas dasar masih mampu saya selesaikan. Amin lagi deh.

     Beberapa malam ini sedihnya masih sama, ingatannya masih dalam urusan kemantapan hati tentang masa depan, jodoh, dan perjuangan saat usia sudah jadi 24. Ceileee...jadi serius amat.  Saat itu lah jadi rajin mendekatkan diri lewat sholat dan baca Alqur’an. Terus berhubung lagi ramadhan, ditambahkan deh sama sholat taraweh. Dimana tarawehnya tahun ini lagi-lagi dimasjid lingkungan baru. Namanya masjid Al Amaliyah. Daerahnya didekat kostan saya yang baru. Walaupun gerimis, insyallah masih rajin. Ya meskipun sholatnya masih sering ngantuk karena cuaca yang oke banget buat tidur. Ditambah pula masih kebiasaan seringkali melamun dalam bacaan. Hihi.

      Disela-sela pelaksanaan taraweh ada seorang Ustad yang di tugaskan untuk memberikan ceramah. Gaya ustadnya lucu. Sehubungan malam itu dekat dengan hari turunnya Alqur’an, jadilah Sang Ustad berceramah mengenai segala kebaikan dalam membaca Alqur’an.  Beberapa kali Si Ustad melucu dengan gayanya sendiri. Salah satunya ustad menceritakan kejadian lucu mendengar nenek-nenek mengaji, namun bacaan Qur’annya terdengar aneh. Banyak perubahan ucapan dari dho menjadi shod, la menjadi na, dll. “Nah, itu ga lain karena banyak angin yang langsung lewat tanpa bisa dikendalikan akibat giginya Si Nenek yang udah ompong.” Candanya. Saya langsung menangkap maksud dan isi dari cerita tsb. Terkadang memang usia yang masih muda ini justru kalah semangat dalam mengaji, padahal sejatinya raga dan jiwa masih jauh lebih kuat. Memang perlu adanya rasa bersyukur akan nikmat sehat dan tidak kekurangan apapun untuk bisa menjadi lebih tau pentingnya belajar beragama.

    Kemajuan teknologi yang membawa perubahan dalam hidup masyarakat modern ini juga seharusnya mempermudah kita untuk tidak melupakan belajar akhlak yang sudah disebarkan oleh Rasulullah. Misalkan saja mengaji ayat-ayat suci, tentunya sudah sangat mudah dengan menggunakan aplikasi atau akses internet yang bahkan dapat kita peroleh hanya melalui smartphone,  Ipad maupun komputer yang selalu kita gunakan. Semua lebih simpel dan canggih. Untuk belajar seharusnya memang tidak ada kata terlambat. Untuk belajar memang pula tidak boleh ada kata lelah. Rasulullah pun berpesan untuk selalu mengajar ilmu dan pengetahuan hingga ajal kita tiba.

      Diakhir ceramah yang diberikannya, Ustad tsb mampu membuat saya senang. Weleh... “Rasulullah berpesan, maka untuk sebuah rahmatan hiasilah rumah tanggamu dengan mengaji dan sholat berjamaah.” Tutup Ustad. Saya bisa menangkapnya. Ya beragama yang dimulai dari rumah. Semoga terpatri dalam diri. Tuhan hanya memberikan surga dan neraka sebagai pilihan, maka berjuanglah. 

       Cerita 15 Ramadhannya sepertinya cukup dulu. Meskipun sedikit, semoga ada saja manfaatnya, setidaknya ya untuk diri sendiri. Hehe... Mudah-mudahan masih akan ada semangat lain untuk menulis. Amin. 
Fighting!

Sujud

Di ujung sudut mata yang pupus rintik duka jatuh
Pun ujung sudut hati yang bening rasa berpadu ungu
Lutut bergetar menghamba, memohon dan mencari cinta yang berlimpah dari Arasy-Nya
Kesetiaan menghardik bahu semua pemohon ampun kala bersujud lemah tanpa terkecuali
Sepertiga malam memanggil lewati ridha Illahi
Menyeru dalam temaram lampu yang memantul bulat merasuki mimpi
Kuteruskan segala cita yang merekah, besar, condong meninggi,dan berkilau
Sembari berteriak kecil dalam hati yang semoga dirahmati
Di mana Engkau ya Rabb di hati ini?
Sang Maha Mengetahui akan perihnya dunia yang mencaci diri, menipu hati,dan merasuk pikir
Terimalah iman yang ku jatuhkan padaMu
Agar ada segala perkara terbaik, kemenangan terbaik, derajat terbaik, pengetahuan terbaik, pahala terbaik, hingga kehidupan dan kematian yang terbaik
Teguhkan iman ini agar terpatri tanya dalam batin
Dimana Allah di hati ini?